Senin, 19 April 2010

PELARIAN

I
Tak tertahan lagi
Remang miang sengketa disini

Dalam lari
Dehempaskannya pintu tak berhingga

Hancur luluh sepi seketika
Dan paduan dua jiwa
II
Dari kelam kemalam
Tertawa meringis malam menerimanya
Ini batu baru tercampung dalam gelita
Mau apa ? Rayu dan pelupa
Aku ada ! pilih saja!
Bujuk dibeli ?
Atau sungai sunyi ?
Mari ! Mari !
Turut saja !

Tak kuasa - terengkam
Ia dicekam malam
Februari 1943

SIA-SIA

Penghabisan kali itu kau datang
Membawa kembang berkarang
Mawar merah dan melati putih
Kau tebarkan depanku
Serta pandang yang memastikan : untukku

Lalu kita sama termangu
Saling bertanya : apakah ini?
Cinta? kita berdua tidak mengerti

Sehari kita bersama, tak hampir menghampiri

Ah! hatiku yang tak mau memberi
Mampus kau dikoyak sepi

Februari 1943

Jumat, 09 April 2010

TAK SEPADAN

Aku kira:
Beginilah nanti jadinya
Kau kawin, beranak dan bahagia
Sedang aku mengembara serupa ahaveros

Dikutuk sumpahi Eros
Aku merangkaki diding buta
Tak satu juga pintu terbuka

Jadi baik juga kita padami
Unggulan api ini
Karena kau tidakkan apa-apa
Aku terpanggang tinggal rangka
February 1943

DIPONEGORO

Dimana pembangunan ini
tuan hidup kembali

Dan bara kagum menjadi api

Didepan sekali tuan menanti
Tak gentar, Lawan banyaknya seratus kali
Pedang dikanan, Keris dikiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati

MAJU

Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu

Sekali berarti
Sudah itu mati

MAJU

Bagimu negeri
Menyediakan api

Punah diatas menghamba
Binasa diatas ditinda

Sungguhpun dalam ajal baru tercapai
jika hidup harus merasai

Maju
Serbu
Serang
Terjang
February 1943

PELAYAN RAJA

Nasrudin menjadi orang penting di istana, dan bersibuk mengatur urusan di dalam istana. Suatu hari raja merasa lapar. Beberapa koki menyajikan hidangan yang enak sekali.
 
"Tidakkah ini sayuran terbaik di dunia, Mullah ?" tanya raja kepada Nasrudin.
"Teramat baik, Tuanku."
 
Maka raja meminta dimasakkan sayuran itu setiap saat. Lima hari kemudian, ketika koki untuk yang kesepuluh kali memasak masakan yang sama, raja berteriak:
 
"Singkirkan semuanya! Aku benci makanan ini!"
"Memang sayuran terburuk di dunia, Tuanku." ujar Nasrudin.
"Tapi belum satu minggu yang lalu engkau mengatakan bahwa itu sayuran terbaik."
"Memang benar. Tapi saya pelayan raja, bukan pelayan sayuran."